Bagaimana Jika Menunda Mandi Junub atau Mandi Wajib? Apa Hukumnya?

Umat ​​Islam mungkin tidak asing mendengar kata “Mandi Junub”, namun mendengarnya saja tidak cukup. Mari kita pahami lebih dalam apa itu mandi junub dengan doa mandi junub. Karena mandi junub menjadi sangat penting terutama bagi pasangan suami istri, hal itu berkaitan dengan kelangsungan ibadah kita kepada Yang Maha Kuasa..

hukum menunda mandi wajib/junub

Mandi Junub merupakan cara membersihkan diri yang memiliki niat juga tata cara pelangsungannya sendiri bagi umat Islam. Menggunakan perantara air bersih nan suci yang mengalir di sepanjang tubuh lengkap dari ujung rambut sampai ujung kaki seperti mandi pada umumnya hanya saja berbeda niat dan kelengkapan tata caranya.

Rasa malas selalu menjadi penyebab seseorang menunda-nunda suatu pekerjaan, tak terkecuali ibadah juga taubat. “ah entar aja deh, masih bisa nanti kok.” Ya kalimat ini membimbing seseorang menuju kesesatan karena malas dan meremehkan waktu. Lalu bagaimana jika seorang umat muslim yang dalam keadaan junub atau bergelimang hadats besar, kemudian malas melakukan mandi junub lalu menunda-nunda dengan berbagai alasan? Apa hukumnya?

Dalam Agama Islam, sudah diatur dengan jelas perihal cara-cara menyucikan diri dari hadats kecil yakni dengan berwudhu. Kemudian jika hadats besar dengan mandi junub atau mandi wajib, hadats besar dapat disebabkan berbagai hal dan jika ditunda-tunda ternyata terdapat ancaman yang sangat mengerikan.

Salah satu ancamannya adalah dijauhi oleh malaikat rahmat, Nabi Muhammad SAW bersabda “Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat (rahmat): orang junub, orang mabuk, dan orang yang berlumuran minyak wangi khaluq,” hadits Riwayat Al Bazzar; shahih. Al Hafizh menjelaskan yang dituju dengan sebutan malaikan disini ialah malaikat yang bertugas membawa rahmat juga berkah kepada umat-Nya, bukan malaikat hafazhah (yang mengawasi) dikarenakan malaikat tersebut selalu mendampingi manusia dalam keadaan apapun.

Lalu bagaimana jika setelah melangsungkan hubungan intim dengan pasangan sehidup semati tidak kuat untuk melangsungkan mandi wajib? Misal karena takut rematik terkena air di malam hari, hal ini sudah ada solusinya bahkan langsung dari Nabi Muhammad SAW yang memberi contoh ketika beliau selesai menunaikan hajat dengan isterinya kadang langsung mandi junub atau jika tidak beliau akan melakukan wudhu sebelum pergi tidur.

Dari Abdullah bin Abi Qais ia berkata, “Saya bertanya kepada Aisyah tentang witir Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Lalu dia menyebutkan suatu hadits. Aku bertanya lagi, ‘Bagaimana yang beliau perbuat ketika dalam keadaan junub, apakah beliau harus mandi sebelum tidur atau tidur tanpa mandi? ‘ Aisyah menjawab, ‘Sungguh semuanya telah dilakukan beliau, kadang beliau mandi lalu tidur, kadang beliau berwudhu lalu tidur.’ Aku berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang menciptakan dalam perkara tersebut suatu keleluasaan’,” Hadits riwayat Muslim.

Tak sampai disitu, ada juga hadits lainnya yang ikut memberikan penjelasan bahwa maksud dari terkena ancaman tidak akan didekati oleh malaikat rahmat merupakan menunda untuk melakukan mandi junub tanpa melakukan wudhu.

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Tiga orang yang tidak didekati oleh malaikat: bangkai, orang kafir, orang yang berlumuran minyak wangi khaluq dan orang junub kecuali jika ia berwudhu.” Hadits Riwayat Abu Dawud; shahih.

Baca Juga : Urutan Pelaksanaan, Niat, dan Hadits Mandi Junub/Wajib

Itulah tadi sebuah kenyataan pahit jika anda menunda-nunda untuk membersihkan diri dari hadats besar atau bertahan dalam keadaan junub tanpa alasan yang memadai, jangan malas untuk mensucikan diri agar lebih dekat dengan Allah dan malaikat-malaikatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *