Stretchmark Akibat Kosmetik?

Halo halo hai wahai para wanita-wanita cantik di Indonesia, kalian semua pasti suka tuh melihat-lihat produk-produk skincare yang dikatakan menciptakan kesempurnaan para artis idola masing-masing kan? Jangan asal tergiur bahkan terbius kata-kata cantik yang merayu ketika promosi, karena belum tentu idola kamu cantik karena produk tersebut. Jauh lebih sering para artis memang cantik bawaan atau sudah menggunakan perawatan yang dipantau dokter kulit, baru deh karena terkenal banyak endorse datang minta diakui sebagai produk kecantikan dengan jaminan kecantikan dari idola kalian.

Apalagi ketika membeli produk bukan langsung ke outlet resmi melainkan beli online dengan harga jauh dibawah pasaran, bisa saja itu palsu dan menggunakan takaran bahan baku yang tidak sesuai aturan seharusnya. Atau jika asli belum tentu produk skincare itu cocok untuk kulit kita, sensitifitas kulit manusia berbeda-beda jadi jangan asal yakin dengan apa yang ditawarkan. Menurut (Intan, n.d.) sebelum membeli produk-produk untuk kulit bisa memperhatikan tekstur krimnya, kemudian kandungan-kandungannya agar tidak membahayakan diri juga bayi bagi wanita yang sudah melahirkan.

Stretchmark Akibat Kosmetik?

Kosmetik sudah tidak asing di telinga, apakah teman-teman ingat dengan nasib Rika di tahun 2018 ketika usianya menginjak 24 tahun? Ia memiliki keluhan berat tentang strechmark setelah menggunakan kosmetik ilegal “Kulit di bagian pahaku muncul stretch mark kayak mau robek,” kata Rika. Ia terobsesi untuk menjadi putih bersih seperti temannya yang dahulu dinilai hitam dan dekil, berbagai treatment ia lakukan seperti krim pemutih sampai suntik vitamin c  namun tak satupun yang berhasil. Akhirnya ia menanyakan kepada temannya rahasia kulit putihnya, didapatkan sebuah krim yang akhirnya Rika beli di Instagram dengan testimoni positif yang lumayan banyak.

Dalam waktu 3 bulan Rika dibuat takjub dengan perubahan drastis pada kulitnya, paha dan tangannya mongering lalu mengelupas dan muncul kulit baru yang putih seperti harapannya. Karena keberhasilan ini banyak teman Rika yang tertarik mencoba, Rika lantas mengambil kesempatan menjadi reseller produk tersebut. Tak ada masalah sampai bulan kedelapan muncul guratan seperti cakar di paha Rika, dikira kegemukan ternyata hasil pemeriksaan dokter akibat krim yang ia pakai tidak melalui uji BPOM. Rika terkejut dan benar-benar menghentikan pemakaian lotion tersebut, tapi tak hanya berhenti disitu. Ingat teman-teman Rika yang ikut membeli lotion jualannya Rika?

Ternyata mereka complain berat karena juga mengalami keluhan mengerikan seperti muncul strechmark seperti yang Rika alami bahkan ada yang lebih parah sampai juga ada yang mengalami munculnya bintik-bintik merah di kulit mereka, selidik punya selidik usaha untuk mengobati strechmark yang parah ini ternyata hanya bisa melalui satu jalan yaitu terapi laser yang sudah sangat jelas biaya yang harus dikeluarkan sangatlah mahal. Melansir dari (Kartika, n.d.) biaya laser penghilang strechmark mulai dari 749ribuan untuk treatment paling sederhana, jadi yang bisa menentukan biayanya bisa langsung konsultasi ke dokter ya.

Nah untuk teman-teman pembaca kini harus pintar ya dalam memilik kosmetik, jangan sampai termakan iklan dan berdampak buruk bagi kondisi kulit kita. Jangan melawan takdir, jika hitam maka rawatlah agar kulit menjadi bersih dan estetik. Cantik bukan dari warna kulit, tapi dari bagaimana kita merawat diri dengan tidak mengubah anugerah Tuhan yang maha kuasa. Sekian artikel tentang strechmark kali ini, sampai jumpa lain waktu ya!!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *