Beberapa Fakta Penebalan Dinding Rahim yang Perlu Diketahui

Ayawanita.com – Pada dasarnya lapisan dinding rahim atau endometrium ini akan berubah ubah saat siklus haid, terlebih akibat respon terhadap hormone.

Diawal siklus haid, indung telur akan menghasilkan estrogen sehingga menyebabkan menebalnya dinding rahim.

Terjadinya proses ini secara alamiah sebagai bentuk persiapan rahim untuk terjadinya kehamilan. Setelah itu pada pertengahan siklus haid akan dilepaskannya sel telur lalu menjadi proses ovulasi.

Saat sudah selesainya proses ovulasi, untuk selanjutnya tubuh akan mulai memproduksi progesterone. Fungsi dari hormone ini adalah untuk mempersiapkan endometrium menutrisi sel telur yang dibuahi.

Estrogen dan progesteron ini akan menurun saat tidak terjadinya kehamilan. Terus menurunnya progesteron akan menyebabkan terjadinya haid dan akan meluruh dengan sempurnanya lapisan dinding rahim.

Tetapi jika siklus tersebut tidak terjadi secara normal, maka akan menyebabkan tidak meluruhnya dinding rahim dan malah akan terus berkembang.

Salah satu hal penyebabnya adalah karena kelebihan hormone estrogen. Berikut dibawah ini beberapa fakta tentang penebalan dinding Rahim yang perlu diketahui diantaranya yaitu:

Pengertian Penebalan Pada Dinding Rahim

Penebalan pada dinding rahim ini merupakan sebuah kondisi dimana terlalu tebalnya lapisan rahim. Meski bukan kanker tetapi didalam beberapa kasus, hal ini bisa saja pemicu terjadinya kanker rahim.

Seperti yang telah diketahui jika hormone estrogen dan progesterone ini sama sama dibutuhkan oleh tubuh wanita saat siklus haid.

Sehingga saat salah satunya mengalami ketidaknormalan, maka efeknya bisa menyebabkan terjadinya gangguan pada proses peluruhan dinding rahim.

Penyebab Penebalan Pada Dinding Rahim

Adanya beberapa kondisi yang dipercaya menjadi penyebab terjadinya tidak normalnya penebalan pada dinding rahim.

Tetapi yang paling sering menyebabkannya adalah karena kelebihan estrogen. Tidak seimbangnya hormon ini juga seringkali dikaitkan dengan terjadinya kanker rahim.

Oleh karena itu terjadinya penebalan dinding rahim ini seringkali dianggap sebagai pre-kanker.

Tetapi selain itu masih ada hal lain yang menyebabkannya seperti menjelang masa menopause, pernah menjalani terapi pengganti estrogen, periode menstruasi yang tidak teratur, dan juga mengalami kegemukan atau obesitas.

Baca juga: Tips dan Cara Menghilangkan Jerawat dan Bekas Jerawat Secara Alami

Tanda dan Gejala

Adanya beberapa tanda dan gejala khas saat terjadinya penebalan pada dinding rahim, dan salah satu tandanya yang tidak boleh dianggap remeh adalah adanya pendarahan pada rahim yang tidak normal.

Selain itu masih ada tanda lainnya saat dinding rahim mengalami penebalan seperti:

  • Mengalami pendarahan saat siklus haid yang tiba tiba lebih hebat atau berlangsung lebih lama dari biasanya.
  • Mengalami siklus haid lebih pendek kurang dari 21 hari atau dihitung dari hari pertama siklus haid hingga hari pertama siklus haid yang selanjutnya.
  • Sudah mengalami menopause.

Pemeriksaan Dan Diagnosis

Kasus penebalan pada dinding rahim akan jauh lebih baik jika lebih cepat terdiagnosis dan diobati. Awalnya dokter kemungkinannya akan melakukan pemeriksaan melalui tanya jawab. Kemudian dokter akan melakukan pemeriksaan diagnostik seperti USG transvaginal.

Dilakukannya pemeriksaan USG transvaginal ini adalah untuk mengukur ketebalan lapisan dinding rahim. Pada tes ini, akan diletakkannya perangkat kecil melalui vagina dan gelombang suara yang muncul pun akan dirubah menjadi gambar.

Pada sebagian besar kasus, terjadinya penebalan dinding rahim ini bisa diobati dengan melakukan terapi hormone.

Sebagai contoh dengan terapi progestin melalui oral, suntik, ataupun intrauterine. Tetapi apapun terapinya dan resep obat yang diberikan dokter, pastikan untuk mematuhinya supaya cepat teratasi.

Baca juga: 4 Posisi Seks Agar Cepat Hamil yang Terbukti Manjur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *